Nobody Really Knows What They’re Doing in Their 20s
Ada satu hal yang baru saya sadari setelah memasuki usia akhir 20-an: ternyata tidak ada satu titik di mana kita tiba-tiba merasa sudah benar-benar dewasa.
Saya dulu mengira semakin bertambah umur, semakin jelas juga hidup akan terasa. Setelah lulus kuliah, mendapatkan pekerjaan, punya penghasilan sendiri, mungkin menikah, lalu mulai membangun kehidupan. Semuanya terlihat seperti sebuah urutan yang cukup jelas.
Ternyata tidak sesederhana itu.
Bahkan ketika beberapa hal dalam hidup mulai terlihat “beres”, masih banyak pertanyaan yang muncul.
Apakah pekerjaan yang saya jalani sekarang adalah pekerjaan yang ingin saya lakukan lima tahun lagi?
Apakah saya sudah cukup menabung?
Apakah saya mengambil keputusan yang benar?
Apakah saya terlalu lambat dibandingkan orang lain?
Dan yang paling membingungkan: sebenarnya saya sedang menuju ke mana?
Media sosial membuat pertanyaan-pertanyaan tersebut terasa semakin besar. Kita melihat teman membeli rumah, mendapatkan promosi, memulai bisnis, menikah, punya anak, traveling, atau mencapai sesuatu yang mungkin sudah lama kita inginkan.
Kemudian tanpa sadar kita membandingkan halaman hidup kita dengan halaman hidup orang lain.
Padahal kita tidak pernah benar-benar tahu keseluruhan ceritanya.
Saya mulai belajar bahwa menjadi dewasa mungkin bukan tentang memiliki semua jawaban. Mungkin justru tentang menjadi lebih nyaman hidup dengan ketidakpastian.
Kita membuat keputusan terbaik berdasarkan informasi yang kita punya hari ini, kemudian belajar dari konsekuensinya.
Kadang keputusan tersebut benar. Kadang ternyata salah. Dan tidak apa-apa.
Saya juga mulai memahami bahwa hidup tidak harus mengikuti timeline tertentu.
Tidak semua orang harus memiliki rumah di usia yang sama. Tidak semua orang harus menjadi manager di usia tertentu. Tidak semua orang harus punya bisnis, investasi, atau kehidupan yang terlihat sempurna sebelum umur 30.
Ada kehidupan yang berjalan cepat.
Ada yang berjalan lambat.
Dan ada yang mengambil jalan yang sama sekali berbeda.
Yang penting bukan apakah kita mengikuti timeline orang lain, tetapi apakah kita memahami alasan di balik pilihan kita sendiri.
Mungkin itulah bagian paling menarik dari menjadi dewasa: kita perlahan-lahan menyadari bahwa tidak ada buku panduan yang benar-benar lengkap.
Kita hanya punya pengalaman, orang-orang di sekitar kita, hal-hal yang kita baca, kesalahan yang kita buat, dan kesempatan untuk mencoba lagi.
Jadi kalau kamu berada di usia 20-an dan merasa belum tahu apa yang sedang kamu lakukan, mungkin kamu tidak sendirian.
Saya juga tidak selalu tahu.
Dan mungkin, memang begitulah seharusnya.
Leave a comment